Artikel Terpopuler
-
Sejarah bukanlah suatu cerita yang sudah usang yang ditinggalkan karena tertinggal zaman, namun sejarah adalah prasasti yang sangat penti...
-
Oleh : DR. KH. Abdullah Syamsul Arifin M,Hi Ketua Tanfidziyah PCNU Jember Di sampaikan dalam acara Kuliah Jum’at DEWAN MURID 2012 M Madr...
-
Kelahiran, masa muda, dan fase Tholabul Ilmi pada Masyayih Sarang K. Zubair dilahirkan di Sarang tahun 1323 H. beliau adalah putra kedua d...
-
DEMU (Dewan Murid) adalah suatu Organisasi (semacam OSIS kalau disekolah umum) yang digawangi oleh siswa-siswa terbaik khususnya dari tingka...
-
Seperti Fathul Mu'in …Lubbbul Ushul Karangan Imam Zakaria Al-Anshori, Kitab Mugni Labib karanga...
Cerpen
Showing posts with label BERITA. Show all posts
Showing posts with label BERITA. Show all posts
Monday, July 1, 2013
Friday, December 23, 2011
Mentri Agama Surya Darma Ali hadiri Sarasehan di PP Al-Anwar
Sarang, Sabtu 17 Desember 2011 M. Kehadiran majalah Turots terbilang terobosan baru bagi sejumlah kalangan, majalah yang mulai terbit awal 2010 ini berorientasi untuk semua kalangan supaya dapat bertafaquh fiddin. Hikmah yang besar adalah untuk mempersatukan pesantren yang ada di Indonesia. Selain itu juga dengan kehadiran majalah yang bertuliskan arab pegon ini “mampu memperjuangkan pesantren dan mempersatukan rakyat dengan pemerintah”, sebagaimana yang disampaikan oleh KH. Maimoen Zubair dalam sambutannya sebagai Tuan Rumah saat acara sarasehan dengan Tema “ Sosial dan Budaya, Kontribusi Pesantren Bagi Bangsa ”.
Acara yang dihadiri oleh para Kyai dan sejumlah tokoh dari kalangan NU ini, adalah bentuk dari keprihatinan terhadap kebudayaan pesantren yang makin memudar. Sempat juga hadir pada acara sarasehan tersebut : Mentri Agama Surya Darma Ali, Mantan Mentri Perumahan Rakyat Suharso Manoarfa, KH. Hasyim Muzadi dan sejumlah tokoh NU lainnya serta masyayikh Sarang.
Dalam sambutanya, Mentri Agama Surya Darma Ali menjelaskan bahwa diadakannya acara sarasehan tersebut selain wujud keprihatinan terhadap kebudayaan pesantren yang makin memudar adalah:
·
Semakin merebaknya pesantren yang tidak menggunakan kitab salaf, dalam artian kajian yang dipelajari tidak menggunakan kitab berbahasakan arab yang biasa dipakai oleh kalangan santri pada umumnya, serta dalam pengkajian tidak lagi dengan menggunakan Arab Pegon (arab dengan bahasa Indonesia, terkenal dengan arab jawi) dalam menterjemahkan redaksi arab asli.
Semakin merebaknya pesantren yang tidak menggunakan kitab salaf, dalam artian kajian yang dipelajari tidak menggunakan kitab berbahasakan arab yang biasa dipakai oleh kalangan santri pada umumnya, serta dalam pengkajian tidak lagi dengan menggunakan Arab Pegon (arab dengan bahasa Indonesia, terkenal dengan arab jawi) dalam menterjemahkan redaksi arab asli.
·
Fenomena putra-putri Kyai atau santri yang telah sukses enggan untuk kembali ke pesantren, Atau ber Ta’lim Addin memperjuangkan nilai-nilai agama yang substansial.
Sambutan mentri agama tidak hanya menjelaskan latar belakang diadakanya acara sarasehan tersebut, tapi juga memberikan pesan yang sangat penting kepada hadirin pada umumnya serta pada segenap Keluarga besar Yayasan At-turots Indonesia. Dalam pesannya Surya Darma Ali menegaskan bahwa mulai saat ini haruslah lebih banyak mengkonsolidasikan tiga hal penting yaitu:
Ø Lebih giat melakukan Training terhadap Pondok Pesantren untuk tetap konsis menggunakan huruf pegon.
Ø Menerapkan pengetahuan kitab kuning
Ø Serta memberikan arahan atau solusi bagaimana supaya pondok pesantren mampu mengatasi keadaan ekonominya.
Ada yang menarik lagi dari sambutan Mentri agama, beliau menjelaskan bahwa sebenarnya kementrian agama mempunyai kewenangan memberikan peluang atau memfasilitasi bagi yang membutuhkan untuk menyediakan guru bahasa arab dari Negara asal seperti Arab Saudi, Libanon, Syiria, Mesir dan lain-lain.
Posted in: BERITAThursday, December 8, 2011
FENOMENA PEMBATASAN KUOTA HAJI
Sarang 07 Desember 2011 M. Fenomena pembatasan kuota haji nampaknya menjadi perhatian bagi kalangan santri, terkhusus bagi PP Ikhyaul Ulum Babat Lamongan yang ikut andil sebagai Sa'il (penanya) saat Bahtsul Masail Kubro ke-III PP MIS Sarang yang di adakan dalam rangka memperingati Haul Masyayikh Pon Pes Sarang Ke-57.
Sekitar 40 peserta Bahtsul Masa'il yang datang sebagai delegasi dari berbagai Pon Pes yang ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan juga Jawa Timur serta Pon Pes Se-Sarang berkumpul dalam satu Majlis, Bahtsul Masa'il yang terbagi menjadi dua Jalsah ( Term Pembahasan) ini di motori oleh Ust: Khoirul Anam selaku Ketua Panitia Nadwah yang juga pengajar di MGS Sarang, acara ini di pimpin oleh Ust. Abu Hasan Harun sebagai Moderator yang juga salah satu Ustadz yang mengajar di Madrasah Ghozaliyyah Syafi'iyyah Sarang.
Acara yang berlangsung mulai pukul 20:25 WIB ini sebelumnya telah di buka dengan serangkaian ceremonial yang di laksanakan pada pukul 15:30 WIB atau setelah jama'ah solat Ashar Pon Pes MIS ( Ma'hadul Ilmi As-syar'i). hikmah dari dilaksanakannya Bahtsul Masa'il ini terkhusus pada pembahasan Fenomena Pembatasan Kuota Haji adalah adanya sebuah kritikan atau masukan bagi kebijakan pemerintah yang harus digaris bawahi yakni " pemerintah semestinya membuat aturan bagi yang telah melaksanakan haji tidak boleh haji untuk yang kedua kali dan seterusnya, mengingat kuota haji yang terbatas serta menimbang untuk memberi kesempatan bagi yang belum melaksanakan haji".
Aula PP MIS tampaknya tempat kondusif yang di persiapkan panitia untuk acara Bahtsul Masi'il, sehingga acara berjalan lancar meski pembahasan berlangsung alot karena peserta sangat aktif berargumen dan mempunyai referensi yang kuat. Dalam acara tersebut, tidak hanya melibatkan delegasi dari berbagai pesentren saja, melainkan peran dari Masyayikh Sarang juga ikut aktif sebagai Mushohih, setidaknya ada tiga Masyayikh Sarang yang ikut andil, diantaranya: KH. Roghib Mabrur salah satu pengasuh PP MIS dan juga pengajar tingkat dua dan tiga Aliyah Madrasah Ghozaliyyah Syafi'iyyah, ditemani KH. Ustukhri Irsyad yang juga pengajar tingkat satu, dua, dan tiga Aliyah Madrasah Ghozaliyyah Syafi'iyyah dan pengasuh PP Al-hidayah Sarang, kemudian disertai yang lebih muda yaitu KH. Fathur Rohman Ali pengasuh PP Al-Amin Sarang dan juga salah satu dosen Perguruan tinggi ternama di kota Malang.
Sebuah pertanyaan juga tidak lepas dari kendali perumus supaya dalam menjawab atau mengambil keputusan tidak keliru, Ust. Akhmad Syakir yang juga pengajar tingkat Tsanawy pada acara ini berperan merumuskan soal, Ags. Ali Marfu' dari Banyuwangi, serta tiga perumus lain yang sengaja di hadirkan dari luar kota untuk ikut berperan sebagai perumus soal dalam perealisasian acara tersebut, pada jalsah pertama ini yang selasai sekitar pukul 24:00 WIB hanya menyelesaikan satu diskripsi masalah dengan empat pertanyaan, sementara diskripsi masalah yang membahas tentang "Perubahan Tarif Kartu Seluler Tanpa Pemberitahuan" hanya menginjak pembahasan diskripsi masalah dan dilanjutkan pada keesokan harinya karena menimbang waktu yang sudah larut malam.
Posted in: BERITAMonday, April 25, 2011
HAUL BU Ny Hj MASTI’AH MAIMOEN KE SEMBILAN DI HADIRI ULAMA DARI MADINAH
HAUL BU Ny Hj MASTI’AH MAIMOEN KE SEMBILAN
DI HADIRI ULAMA DARI MADINAH
Sarang.(25/04/2011 M). kendaraan hilir mudik dari berbagai jurusan, mentari pagi itu mulai menampakkan sinarnya, cuaca yang cerah tampa ada tanda-tanda akan turun hujan, namun cukup bersahabat. Pagi itu bertepatan pada hari Senin 21 Jumadil Awal adalah moment sakral bagi para santri maupun alumni pondok pesantren Al-anwar Karang mangu Sarang Rembang. Meski moment tersebut di dominasi oleh para alumni putri akan tetapi tak lepas dari peran serta santri putra dan juga alumni putra, terbukti hal tersebut juga banyak dihadiri oleh para alumni putra.
Moment tersebut adalah kegiatan rutin tahunan dalam rangka khaul Bu Ny Hj Masti’ah Maimoen. Dalam acara khaul ke Sembilan kali ini di hadiri oleh ulama dunia yaitu Syekh Ali Bin Abdul Qodir Al Khudlory dari Madinah. Acara yang di adakan tahunan ini berlangsung lancar dan khidmah, sederetan rangkaian acara juga berjalan dengan tampa ada perombakan manual acara dari panitia.
Diantara susunan acara tersebut adalah, pembacaan ummul kitab yang di pimpin oleh MC sebagai acara pembukaan, selanjutnya seperti yang biasa dilakukan oleh orang-orang pada umumnya ketika mengadakan acara pengajian adalah pembacaan ayat-ayat suci Al-qur’an, pembacaan ayat-ayat suci Al-qur’an dilantunkan oleh Qori’ah dari kota Blora menempati acara yang ke dua. Sedangkan sambutan-sambutan sebanyak tiga kali menempati acara yang ke tiga, diantara sambutan tersebut adalah sambutan perwakilan dari alumni putri yang disampaikan oleh Bu H. Romzanah dari pekalongan.
Kemudian sambutan yang ke dua adalah perwakilan dari Dewan Asatidz yang di sampaikan oleh Ustadz Kholid Nahrowi dari Lodan. Beliau menyampaikan bahwa diantara tanda-tanda ibu yang baik adalah melahirkan anak-anak yang ‘Alim dan Sholeh, ustadz yang mengaku ustadz tertampan pada era beliau ini juga menjelaskan barbagai macam bentuk khidmah yang dapat kita lakukan kepada para masyayikh, beliau memberikan batasan sebagai rasa khidmah para alumni kepada masyayikh adalah minimal dengan menitipkan anak-anak keturunannya ke pondok Sarang. Sebab dengan demikian akan selalu terjalin silaturrahim antara alumni yang juga sebagai wari santri dengan para masyayikh.
Adapun sambutan yang terakhir adalah sambutan perwakilan dari keluarga. Sambutan dari keluarga yang di sampaikan oleh beliau KH. Zuhrul Anam Hisyam menempati sambutan yang ketiga, beliau yang juga salah satu menantu dari KH. Maimoen Zubair berasal dari Kabupaten Banyumas menyampaikan sambutan cukup singkat, karena mengingat waktu yang sudah siang, sementara masih ada beberapa acara yang membutuhkan waktu yang relative lama.
Acara berikutnya adalah pembacaan yasin Fadhilah yang di imami oleh beliau KH Taj Yasin Maimoen, acara yang menempati urutan ke empat ini berlangsung sangat hidmah serta di mulai sekitar pukul 11:17 WIB. Seiring berjalannya waktu, meningkat acara yang ke lima yaitu pembacaan Rotibul Haddad sebagai salah satu bentuk rasa cinta kita terhadap Rosullulloh SAW. Pembacaan Rotibul Haddad ini di imami Oleh beliau KH. Aufal Marom yang juga salah satu menantu dari KH. Maimoen Zubair. Beliau juga salah satu Dewan Masyayikh Madrasah Ghzaliyyah Syafi’iyyah Karangmangu Sarang Rembang serta mengajar mustholah hadits di tingkat dua Aliyyah.
Sedangkan acara yang terakhir yaitu mauidhoh hasanah menempati urutan yang ke enam, pada rangkaian acara yang terakhir ini di isi oleh beliau Syekh Ali bin Abdul Qodir Al Khudhory dari Madinah, beliau adalah seorang ulama dunia yang sengaja berkunjung ke Indonesia, serta karena kecintaan dan kedekatan beliau dengan KH. Maimoen Zubair. Dalam mauidhoh beliau yang berbahasa arab menjelaskan beberapa fadhilah dari surah Al-ikhlas yang di terjemahkan oleh beliau KH. Abdul Ghofur Maimoen yang juga salah satu putra dari KH. Maimoen Zubair. Selain menjelaskan fadhilah surah Al-Ikhlas beliau juga menjelaskan keutamaan Ayat kursi yang terdapat pada juz ke tiga dari Al-Qur’an, di antaranya yaitu ketika di baca setiap setelah Sholat seperti yang di jelaskan oleh Rosululloh SAW dalam hadist Qudsy yaitu “maka tiada baginya dengan surga kecuali wafat” maksudnya adalah sebuah janji surga bagi orang yang mau membaca ayat kursi setiap setelah Sholat. Mauidhoh yang berlangsung cukup lama ini di mulai sekitar pukul 11:55 WIB. Selanjutnya acara di tutup dengan do’a oleh beliau Syekh Ali bin Abdul Qodir Al Khudhory dan juga oleh beliau KH. Maimoen Zubair.
Kemudian setelah acara pengajian dalam rangka haul Bu Ny Hj Masti’ah Maimoen yang ke Sembilan telah usai para santri dan alumni menunggu jama’ah sholat dluhur yang setelah itu di lanjutkan dengan Ziaroh bersama di maqom Situmbun tempat dimana beliau Ny Hj Masti’ah Maimoen di semayamkan. Namun sebelum para santri dan alumni berangkat ke makom untuk berziaroh, ada juga penampilan dari Marching Band Al-Anwar untuk menyambut kedatangan Syekh Ali bin Abdul Qodir Al Khudhory, meski AMB sapaan dari group Marching tersebut tampil setelah selesai acara namun sebelumnya AMB telah berkeliling di desa Karangmangu dan sekitarnya. AMB tampil di depan kediaman KH. Maimoen Zubair selain untuk acara haul tersebut juga karena ada permintaan dari tamu undangan yang juga ingin menyaksikan AMB tampil secara langsung yaitu Syekh Ali bin Abdul Qodir Al Khudhory dari Madinah.
Posted in: BERITA


9:26 PM
www.sahabalit.blogspot.com